Welcome to Our Website

Blog ini merupakan sebuah wahana atau forum mempersatukan anak bangsa yang mencintai dan menyukai dunia intelijen serta tempat berbagi ilmu dan pengalaman. Serta blog ini adalah sebagai bentuk aspirasi kami dalam menghargai dan mengenang semua jasa-jasa para senopati yang telupakan.

Ingatlah bahwa Blog ini hanyalah sebuah refleksi keprihatinan kami para anak bangsa Indonesia yang menjadi saksi terpuruknya salah satu elemen bangsa dan negara yang sangat vital, yaitu INTELIJEN. Ingatlah selalu: “bahwa Intelijen adalah sebuah ilmu bagi semua orang karena Intelijen sangat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari.”

*** Welcome To Forum Intelijen *** All statements of fact, opinion, or analysis expressed in this blog are my own. *** This is not necessarily reflect any official or views of Indonesian Intelligence Agency or any other Indonesian Government entity, past or present. ****** Nothing in the contents should be construed as asserting or implying Indonesian Government endorsement of an article's factual statements and interpretations. ***

Kamis, 03 Februari 2011

Indonesia Kena Tipu Yayasan Luar Negeri


Sebelum saya menjelaskan kenapa New7Wonders saya sebut sebagai kontes tukang tipu. Berikut sedikit kata-kata dari UNESCO.
In order to avoid any damaging confusion, UNESCO wishes to reaffirm that there is NO link whatsoever between UNESCO’s World Heritage programme, which aims to protect world heritage, and the current campaign concerning “The New 7 Wonders of the World”.
Although UNESCO was invited to support this project on several occasions, the Organization decided NOT TO collaborate with Mr. Weber. Source : UNESCO
Intinya UNESCO tidak bekerja sama dan menolak untuk bekerja sama dengan Kontes Tukang Tipu “New7Wonders”.
Pertama-tama use your own logic Bro, sebuah kontes yang hanya berdasar vote online dimana satu orang tidak dibatasi untuk melakukan vote (sekitar 4 tahun yang lalu saya vote komodo sampai puluhan kali). Ini sama sekali tidak VALID. Ini kurang lebih seperti kontes-kontes kepopuleran di TV yang dilakukan via sms, cuma ini via internet.
Kedua, baru-baru ini Panitia Kontes Tukang Tipu New7Wonders menyatakan kekecewaan atas ketidak profesionalan Pemerintah Republik Indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah (sekali lagi ditunjuk menjadi tuan rumah). Biasanya kan kalau di kontes-kontes Olah raga pada mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah, kalau ini ditunjuk!.
Reputasi Taman Nasional Komodo yang terkenal di dunia, rupanya tidak diimbangi dengan sikap pemerintah Indonesia yang dianggap cuek, padahal rencananya akan menjadi tuan rumah malam penganugerahan. Yayasan New7Wonders pun menyurati Presiden SBY.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Yayasan New7Wonders, Bernard Weber dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (1/2/2011). Dalam seleksi tahap akhir yang menyisakan 28 finalis, Komodo akan dicopot dari proses nominasi, karena yayasan kecewa dengan pemerintah Indonesia.
Ini semua gara-gara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) dianggap wanprestasi atas aspek legal formal yang harus disiapkan menjelang malam penganugerahan pada 11 November 2011 mendatang. Respons Kemenbudpar yang lamban dan diskusi yang tidak produktif telah melelahkan Yayasan New7Wonders
Bahkah, saking kecewanya, Webber sampai menyurati Presiden SBY dan meminta agar ada langkah kongkret. “Saya percaya anda memiliki visi, keberanian, dan kapasitas untuk memecahkan masalah yang dekat dengan hati orang Indonesia,” kata Webber dalam suratnya untuk SBY.
Webber menjamin, asalkan semua permasalahan ini bisa diatasi, pencopotan Komodo dari nominasi akan dibatalkan. Komodo pun bisa tetap menjadi finalis menuju puncak penghargaan di mana akan dipilih 7 keajaiban alam terbaik di planet Bumi.
“Namun, kalau tidak ada solusi, kami akan mencopot Komodo dan menggantinya dengan nominator lain di daftar cadangan. Kami sekarang mencari segala cara untuk menghormati hak-hak kontraktual untuk menghindari langkah terakhir itu,” ujar Webber.
Webber sungguh menyayangkan kondisi yang menimpa Komodo. Padahal menurutnya, kampanye New7Wonders bisa membantu tumbuhnya perekonomian, pariwisata dan naiknya reputasi negara bersangkutan. Saat pemilihan Tujuh Keajaiban Dunia baru pada 7 Juli 2007, kampanye itu telah menghasilkan US$ 5 miliar atau Rp 45 triliun untuk para negara pemenang dari pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Source : Detik
Baca yang saya tebalkan, ini Kontes yang mana Panitianya bisa sesuka hati mencopot kandidat yang telah di vote oleh ratusan ribu manusia hanya karena Pemerintah nya menurut mereka ngaco? Lalu buat apa vote itu?
Dan menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, LSM (Yayasan New 7 Wonders) yang tidak jelas ini menuntut $10 juta sebagai biaya sebagai tuan rumah dan $35 juta sebagai biaya penyelenggaraan Final.
Usai lolos ke babak 28 finalis, Desember lalu panitia dari yayasan sekonyong-konyong datang dan meminta supaya Indonesia berkenan menjadi tuan rumah deklarasi pada 11/11/2011. Biayanya untuk gelaran acara itu tidak main-main. Yayasan menodong pemerintah menyediakan dana Rp 400 miliar untuk acara itu.
“Harus membayar US$ 10 juta begitu kita bilang iya. Lalu untuk pelaksanaan pengumuman itu dihitung US$ 35 juta. Nah jadi total kita harus membayar USD$ 45 juta atau sekitar Rp 400 miliar,” terang Jero.
Tak sudi diancam, Jero Wacik mengambil sikap untuk menolaknya. Lagipula, menurutnya, kunjungan ke Pulau Komodo juga sudah meningkat pesar beberapa tahun belakangan ini.
“Nasionalisme saya bangkit juga, masa diancam-ancam oleh LSM yang tak jelas itu. Keabsahan LSM itu juga belum tentu kredibel,” ujar Jero Wacik. Sumber : 1-2
Sebagai Informasi Untuk pendaftaran awal, satu objek wisata dipunggut biaya USD200. Setelah pembayaran dituntaskan, maka perwakilan dari LSM New7Wonders melakukan survei dan memilih objek wisata yang layak dinominasikan. Dalam kaitan ini, terpilihlah Pulau Komodo.
Menurut Yayasan New7Wonders, promosi yang mereka lakukan telah membuat keuntungan $5 Milyar untuk negera pemenang, ini sungguh klaim yang tak berdasar. Selain itu memaksa sebuah negara menjadi tuan rumah sungguh tidak elegan menurut saya.
Namun satu berita yang membuat saya tertawa
Lebih-lebih jadi tuan rumah belum tentu menang. Saya berhitung dan tidak menuruti dengan berat hati. Mereka bilang kalau Indonesia tak mau jadi tuan rumah, kita bisa di delete,” ungkap Jero Wacik. Sumber : OkeZone
Kalau jadi tuan rumah dan menang bayar aja tidak apa-apa ya?
Ini adalah suara saya, suara seorang Bango Lumayang yang melihat dunia dari  kacamata intelijen. Bagaimana dengan suara Anda?

Senin, 10 Januari 2011

Ada Apa Dengan Bang Tifatul?

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengeluarkan ultimatum pada Jumat pekan lalu. Tifatul meminta Research In Motion (RIM), perusahaan Kanada yang mengeluarkan layanan Blackberry untuk menutup akses terhadap situs porno.

Tifatul memberi ultimatum kepada RIM selama dua minggu untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Ultimatum ini mendapat banyak protes di situs mikroblogging Twitter sejak keluarnya wacana tersebut. Tifatul kembali membuat pernyataan soal RIM dan layanan Blackberry lewat akun Twitter-nya @tifsembiring. Dalam posting terakhir dia membuat delapan poin soal RIM. Inilah 8 permintaan Tifatul:
  1. Kita minta RIM agar hormati & patuhi Peraturan perundangan yg berlaku di Indonesia, terkait dg UU 36/1999, UU 11/2008 & UU 44/2008
  2. Kita minta RIM agar buka perwakilan di Indonesia, karena pelanggan RIM di Indonesia untuk Blackberry sudah lebih dari 2 juta.
  3. Kita Minta RIM agar membuka service center di Indonesia untuk melayani & mudahkan pelanggan mereka yang juga WNI.
  4. Kita minta RIM agar merekrut dan menyerap tenaga kerja Indonesia secara layak dan proporsional.
  5. Kita minta RIM agar sebanyak mungkin menggunakan konten lokal Indonesia, khususnya mengenai software.
  6. Kita minta RIM agar memasang software blocking terhadap situs-situs porno, sebagaimana operator lain sdh mematuhinya.
  7. Kita minta RIM agar bangun server/repeater di Indonesia, agar aparat hukum dapat melakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan tmsk koruptor.
  8. Sejauh ini terkesan RIM meng-ulur-ulur waktu untuk menjalankan komitmen mereka. Apakah kita sebagai bangsa mau diperlakukan seperti itu?
Tifatul kemudian menutup dengan postingan terakhir: "Kalau ada nasionalisme di dada kita & ingin menjadi bangsa berwibawah, pasti sebagian kita akan setuju poin2 yang saya sampaikan tentang RIM."

Melihat perdebatan diatas sebenarnya saya sangat setuju dengan pernyataan bang Tifatul mengenai point 2,3,4,5,7 dan 8. Karena jujur saja, keinginan Pemerintah terhadap BlackBerry adalah ingin agar pembuat BlackBerry, Research in Motion Ltd, (RIM)  mengatur server secara lokal sehingga informasi terenkripsi yang dikirim oleh telepon seluler (ponsel) –terutama melalui email– tidak harus disalurkan melalui komputer di luar negeri”. Namun pihak RIM menyatakan bahwa “pihak ketiga tidak bisa membaca data email yang terenskripsi yang dikirmkan oleh perusahaan pengguna BlackBerry”.

Dan masalah ini juga menjadi alasan bagi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk melarang penggunaan BlackBerry. Dinyatakan begini “Emirati officials have declared BlackBerry smartphones a potential threat to national security because users’ data is stored overseas, where local laws don’t apply and where analysts say it could be harder for authorities to monitor”.

Dari penjelasan singkat tersebut, rupanya faktor keamanan menjadi alasan utama di samping kemungkinan terjadinya penyelewengan dan penyalahgunaan data -baik data pribadi maupun data rahasia pemerintah setempat– oleh orang lain atau pihak ke tiga yang dikirim dan diterima oleh dua pihak yang berkepentingan lewat lalu lalang dunia maya, khususnya email yang terkirim lewat layanan BlackBerry ataupun BlackBerry Messenger. Bayangkan jika semua informasi rahasia bisa terbang bebas ke luar negeri tanpa aparat kita ketahui.

Cuma yang saya sesalkan adalah mengapa bang Tifatul memasukan unsur pornografi? Kenapa tidak demi keamanan bangsa maka saya memutuskan RIM dilarang operasi di Indonesia. Apakah seorang mentri Komunikasi dan Informasi mengurusi masalah moral??? Kalau masalah keamanan, sudah pasti iya karena Departemen ini punya kewajiban menyediakan sarana komunikasi yang aman bagi negara. Tifatul....., Tifatul...., niat baik-mu menjadi kandas karena dirimu hanya melarang situs porno bisa diakses di BB.

Tidak tahukah Anda kebayakan orang mengakses situs porno lewat komputer? Kenapa Anda tidak mengeluarkan keputusan agar setiap warnet wajib memasang alat anti porn? Ingat jangan urus moralku, urus aja moralmu karena moralmu belum tentu baik dibanding moralku (Atau jangan-jangan Anda ingin balas dendam akibat banyak yang kritik ketika Anda bersalaman mesra dan penuh nafsu dengan Michele Obama...., hanya Allah yang tahu). 

Ini adalah suara saya, suara seorang Bango Lumayang yang melihat dunia dari  kacamata intelijen. Bagaimana dengan suara Anda?

Rabu, 05 Januari 2011

Nurdin oh Nurdin

Dunia persepakbolaan Indonesia sedang bangkit dengan kejayaan Tim Nasional Garuda di ajang sepakbola AFF, siapapun setuju, sepakbola Indonesia mengalami kebangkitan kembali. Optimisme terbentuknya satu kesebelasan nasional yang tangguh dan disegani negara-nagara Asia-Pasifik seperti di era akhir 1970-an, menyala lagi.

Namun eforia dan optimisme bercampur kebanggaan itu ternyata tidak berlangsung lama. Kurang dari sepekan setelah pesta sepakbola di stadion Bung Karno Senayan berakhir, pecinta sepakbola kembali disuguhkan konflik baru yaitu persaingan menjurus pada keinginan saling mematikan antara dua kubu.

Keduanya adalah kubu yang dipimpin Nurdin Halid dan kubu Arifin Panigoro. Nurdin mewakili Liga Super Indonesia (LSI) sekaligus PSSI dan Arifin selaku representasi Liga Primer Indonesia (LPI), sebuah wadah baru pesepakbola profesional Indonesia. Sebuah prestasi atau sebuah kerugian bagi dunia sepak bola Indonesia?

Berikut perbedaan LPI (Liga Primer Indonesia) dan LSI (Liga Super Indonesia):
(Cita-cita LPI adalah diakui PSSI, AFC dan FIFA. Akan tetapi sekali lagi Nurdin menolak bahwa LPI adalah kompetisi ilegal diluar PSSI. Dengan demikian setiap klub yang bergabung di LPI tidak dapat mengikuti kejuaran nasional yang diselenggarakan PSSI dan internasional yang diselenggarakan AFC dan FIFA. Sebuah pekerjaan rumah besar bagi pengelola LPI untuk dapat mencuri hati PSSI agar diakui sebagai kejuaraan yang diadakan oleh PSSI diluar LSI).

Ya kenapa saya mengangkat tema ini dalam tulisan saya kali ini, adalah dikarenakan sikap saya yang sedikit Anti Nurdin. Jika Orde Lama terkenal dengan Soekarno dan Orde Baru dengan Soeharto maka di Era Pasca Reformasi ini muncullah sosok Nurdin.

Nurdin oh Nurdin, mau jadi apa dunia sepak bola Indonesia jika sosok seorang Nurdin sejak tahun 2004 sudah akrab dengan namanya keluar masuk bui. Tidak percaya? Berikut rekam jejak Sang Nurdin:
  1. Pada 16 Juli 2004, ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) periode 2004-2009 ini ditahan sebagai tersangka kasus penyelundupan gula impor ilegal 73 ribu ton.
  2. Nurdin kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng Koperasi Distribusi Indonesia (KDI).
  3. Hampir setahun kemudian (16/6/05), dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi ke MA. Baru pada 13 Agustus 2007, MA menyatakan Nurdin bersalah dan divonis 2 tahun penjara.
  4. Nurdin kemudian dituntut 10 tahun penjara dalam kasus gula impor ilegal 56 ton dengan kerugian negara Rp 3,4 miliar pada September 2005. Namun dakwaan ditolak majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara pada 15 Desember 2005 karena BAP perkaranya dinilai cacat hukum.
  5. Nurdin juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Dia pun mendekam di Rutan Salemba.

Hebat tidak? Nurdin oh Nurdin..., tidak hanya di dunia gula, minyak goreng dan beras saja kamu bermain; bahkan di dunia persepak bolaan kamu juga ternyata telah banyak berbuat dosa. Tidak percaya? Berikut buktinya:
  1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.
  2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema Malang, Persijap Jepara, Petrokimia Putra Gresik, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, dan Deltras Sidoarjo.
  3. Terindikasi jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004), Persipura Jayapura (2006), Persik Kediri (2006), Sriwijaya FC Palembang (2007), Persipura Jayapura (2008/2009).
  4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni tahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdindi penjara). Terakhir 2010 mengajak timnas pelesiran politik sehingga tak bisa konsentrasi dalam final piala AFF 2010.
  5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.
  6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.
  7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI lainnya seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.
  8. Tak punya kekuatan untuk melobi pihak kepolisian sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.
  9. Satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.
  10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum.

Dengan sederat dosa, mengapa tidak munculnya LPI. Dan mengapa Pemerintah tidak bisa intervensi terhadap organisasi PSSI??? Jika dilihat dari sejarah berdirinya PSSI, ternyata PSSI bukanlah lembaga bentukan pemerintah. Maka dari itu Sang Nurdin tidak mau mendengarkan apa kata Presiden SBY agar dia mundur. Tidak percaya? Lihat saja disini: sejarah PSSI.

Nurdin oh Nurdin..., dari sisi intelijen ini adalah suatu peluang bagi bangsa asing untuk menekan Indonesia. Dengan terusnya ada unsur politik dalam sepak bola maka bisa saja FIFA menjatuhkan sanksi bagi PSSI untuk tidak dapat mengikuti kejuaran internasional.

Memang apa yang dijanjikan LPI belum tentu akan membuat sepakbola nasional berubah secara signifikan. Tetapi satu hal yang patut diapresiasi adalah keberanian Arifin mengorbankan dana pribadinya untuk sebuah proyek nasional yang seharusnya menjadi tangggung jawab pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga.


Yang cukup memprihatinkan, persoalan ini tidak terpantau banyak pihak. Termasuk elit bangsa yang ketika final Indonesia-Malaysia dalam Piala AFF 2010 terkesan sangat peduli pada perkembangan dunia sepakbola, belum terdengar punya perhatian terhadap konflik baru ini.

Mereka yang kemarin ini berusaha menggunakan kompetisi Indonesia-Malaysia sebagai ’panggung politik’ seperti Ketua Umum Golkar, Ketua Umum Demokrat bahkan Presiden RI sendiri, sepertinya larut dalam liburan akhir tahun. Menpora Andi Mallarangeng termasuk yang tidak melihat persoalan ini sebagai sebuah pekerjaan yang harus ditanganinya. Menpora tidak sadar membiarkan Nurdin dan Arifin ‘saling membunuh’, dampaknya dapat menghancurkan masa depan sepakbola nasional.

Semua berharap kekhawatiran ini tidak menjadi kenyataan. Kebangkitan sepakbola nasional harus didukung siapapun. Pecinta sepakbola harus berani menyingkirkan ’orang-orang bola’, tak peduli apakah dari kubu Nurdin Halid atau Arifin jika hanya menjadi pembuat masalah.

Sebab Nurdin dan Arifin, sebagai manusia biasa, cepat atau lambat akan meninggalkan dunia yang fana. Sedangkan sepakbola, olahraga rakyat ini, di negara kita harus tetap hidup.


Saya mendukung LPI agar PSSI sadar dan menurunkan Nurdin serta merubah konsep Liga Indonesia seperti Liga Profesional Sepak Bola yang dimana merupakan konsep dari LPI. Jadi impian saya LPI (Liga Primer Indonesia) dan LSI (Liga Super Indonesia) dapat bergabung menjadi satu yaitu Liga Indonesia.

Ini adalah suara saya, suara seorang Bango Lumayang yang melihat dunia dari  kacamata intelijen. Bagaimana dengan suara Anda?

2 Forum 1 Tujuan

Forum Intelijen kini memiliki 2 (dua forum) dengan 1 (satu) tujuan yang sama yaitu untuk menjadi tempat saluran aspirasi para pecinta dunia Intelijen. Forum yang dimaksud adalah: Intelligence Forum dan Confidential Forum.

Perbedaan kedua forum tersebut terletak dari tema-tema yang diangkatnya. Apabila Intelligence Forum merupakan sebuah forum bebas yang bisa mengangkat topik apa saja, akan berbeda jika kita melihat Confidential Forum. Confidential Forum dirancang hanya akan mengangkat 5 (lima) topik saja, agar lebih fokus dalam penyampaian argumen oleh para anggota.

Semoga dengan adanya ke-2 (dua) forum ini maka kecintaan masyarakat Indonesia terhadap dunia intelijen dapat tersalurkan. Dan semoga kejayaan Intelijen Indonesia dapat bangkit kembali.

 
Blog Forum Intelijen by Indonesian Intelligence Community is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 United States License.