*** Welcome To Forum Intelijen *** All statements of fact, opinion, or analysis expressed in this blog are my own. *** This is not necessarily reflect any official or views of Indonesian Intelligence Agency or any other Indonesian Government entity, past or present. ****** Nothing in the contents should be construed as asserting or implying Indonesian Government endorsement of an article's factual statements and interpretations. ***

Sabtu, 01 Januari 2011

Lembaga Sandi Negara

Seorang dokter bernama dr.Roebiono Kertopati[1], pernah mempelajari sebuah cabang ilmu yang di fungsikan untuk melindungi sebuah rahasia (ilmu sandi). Dengan berbekal pengetahuan tentang ilmu persandian tersebut, beliau mulai merancang sebuah badan pemerintahan yang bertugas melakukan pengamanan rahasia negara. 

Berawal dari sebuah unit kecil dr.Roebiono Kertopati mulai memperkenalkan sebuah unit sandi yang telah menggunakan sebuah sistem penyandian yang aman kepada kementerian pertahanan. Banyak tantangan yang dihadapi, baik dari bidang organisasi maupun personil. Hal tersebut dapat terjadi, karena diskoordinasi yang terjadi pada masa pemerintahan Indonesia yang baru merdeka dan belum tertata dengan rapi, dari yang terbawah sampai hirarkie teratas.

Pada tanggal 4 April 1946, berdirilah sebuah dinas sandi Republik Indonesia yang diberinama Dinas kode. Dinas Kode berada dibawah wewenang Kementerian Pertahanan Bagian V (Intelijen). Kemudian dengan berjalannya waktu tanggal 4 April dijadikan sebagai hari sandi Indonesia. Dinas Kode langsung bertugas dengan mengadakan pembuatan buku kode untuk pertama kalinya, selain itu Dinas Kode juga membangun beberapa pemancar radio telegrafi yang bertugas menyelenggarakan kegiatan intelijen.

Dalam waktu yang relatif singkat, Dinas Kode telah mumpuni dalam melayani kebutuhan informasi baik sipil maupun militer. Bahkan Dinas Kode juga menjembatani kerahasiaan yang dibawa oleh wakil bangsa Indonesia dalam berunding dengan pihak Belanda dan pihak PBB disisi lainnya. Jalur Komunikasi Rahasia tersebut masih dilakukan secara beranting, yaitu dari Yogyakarta ke Bukit Tinggi, selanjutnya rahasia tersebut diteruskan ke New Delhi menuju New York-begitu juga sebaliknya. 

Pada awal tahun terbentuknya Dinas Kode, Dinas Kode telah berusaha melaksanakan kegiatan penterjemahan terhadap berita sandi kawan maupun berita sandi lawan. Beberapa kode dapat dipecahkan dengan mudah, sedangkan yang lainnya diperlukan beberapa hari untuk dapat membuka berita sandi tersebut.

Pada tahun 1947, dinas kurir dipisahkan dengan Dinas Kode untuk sebuah efisiensi personil. Pada dasarnya Dinas Kode tak menyenangi dinas kurir, karena kebanyakan para personil dinas kurir tidak menjunjung tinggi sebuah kerahasiaan. Sering sebuah berita tertulis beklasifikasi rahasia dipelakukan sama seperti surat-surat berklasifikasi tidak rahasia. Banyak kecerobohan yang telah mereka lakukan, apalagi Belanda saat itu makin sering menyebarkan agen mata-mata mereka. Banyak terjadi penculikan, penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi pada personil dinas kurir; hingga diambilah keputusan bahwa Dinas Kode dan dinas Kurir harus dipisahkan untuk keamanan masing-masing lembaga. Dinas kurir saat ini adalah PT.Pos Indonesia.

Pada bulan Mei-Juni, Dinas Kode berhasil menterjemahkan banyak berita sandi asing dan berita sandi militer Belanda. Dari berita militer tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pihak Belanda akan melakukan sebuah gerakan yang dilakukan secara besar-besaran untuk mencaplok wilayah Republik Indonesia seluas mungkin. Hal ini memberikan gambaran ilustrasi bahwa pihak Republik Indonesia harus mengembangkan sebuah sistem pertahanan negara yang sesuai dengan bangsa Indonesia saat itu. Akan tetapi, sebelum sistem pertahanan yang direncanakan selesai, pihak Belanda telah melakukan tindakan offensif terhadap wilayah-wilayah Republik Indonesia.

Tanggal 1 Mei 1947, terjadi penggabungan beberapa badan intelijen Indonesia kedalam Dinas Kode. Keberadaan mereka menambah kekuatan baik secara materiil maupun secara personil. Akan tetapi tugas yang begitu berat telah terpampang didepan para petugas sandi (CDO/CoDe Officers), ditangan mereka nasib nusa dan bangsa bergantung, tugas yang banyak dan berat harus dijalani dengan semangat yang tinggi. Banyak para petugas sandi yang mengalami depresi, meski dalam waktu yang tidak lama, mungkin karena tekanan dan beban yang berat telah mengakibatkan mereka harus bekerja tanpa mengenal kapan dan dimana mereka beristirahat.

Pada tahun 1948, terjadi sebuah kekeliruan yang mendasar, terjadi penghapusan penggunaan sandi dikalangan militer. Hal ini berakibat sangat fatal, sebab seluruh rahasia mengenai kemiliteran dapat diketahui oleh pihak yang tak berkepentingan (Belanda). Hal itu tidak berlangsung lama, kepala perhubungan wilayah jawa timur meminta agar seluruh pemberitaan dan pendistribusian berita rahasia dilakukan oleh Dinas Kode, dengan menggunakan sistem Dinas Kode sendiri yang terkenal sangat kuat.

Pada tahun 1950, Dinas Kode mengalami penambahan personil yang sangat signifikan, akhirnya mengingat bertambahnya jumlah personil dan kualitas dari petugas sandi, nama Dinas Kode diganti menjadi Jawatan Sandi Republik Indonesia. Jawatan sandi merupakan sebuah prototype atau rancangan dasar dari sebuah lembaga pemerintah yang akan mengakomodasi para petugas sandi dari segala element pemerintahan.

Jawatan Sandi Republik Indonesia semakin berkembang, kini lembaga pemerintahan tersebut terlahir dengan nama Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia dan merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang bergerak di bidang pengamanan berita rahasia negara dan secara resmi menjadi pengelola persandian dan rahasia negara. Saat ini seiring dengan waktu, sistim persandian yang diterapkan oleh Lembaga Sandi Negara atau disingkat Lemsaneg atau diterjemahkan kedalam bahasa Inggris menjadi National Crypto Agency, terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi.

Struktur Organisasi Lemsaneg dicatat dalam lembaran negara berupa Keputusan Presiden (keppres) RI no. 103 tahun 2001. Menurut Keppres ini, Lemsaneg dikepalai oleh seorang kepala Lemsaneg yang dibantu oleh tiga orang Deputi dan seorang sekretaris Utama. Kepala Lemsaneg bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI.

Visi Lemsaneg sesuai dengan PERKA Lemsaneg No. OT.001/PERKA.95/2006 : Terdepan, Terpercaya, Mandiri dan Profesional dalam Persandian demi Kepentingan Nasional. Sedangkan misi Lemsaneg adalah :
  1. Menyusun kebijakan nasional dalam bidang persandian sektor pemerintahan dan publik;
  2. Menyiapkan dan meningkatkan aparatur negara yang profesional/ahli dalam bidang persandian;
  3. Mengoptimalkan potensi nasional dalam hal penelitian dan pengembangan di bidang persandian untuk mendukung kepentingan nasional;
  4. Memfasilitasi dan mengembangkan persandian sektor pemerintahan dan publik;
  5. Melaksanakan audit persandian sektor pemerintahan;
  6. Menyelenggarakan operasional pengamanan informasi sebagai unsur pelayanan tugas pokok;
  7. Membangun sistem operasional intelijen sinyal (analisa kripto).


Lembaga Sandi Negara dilengkapi dengan alat perlengkapan persandian yang cukup lengkap yang gunanya adalah untuk tetap menjaga kerahasiaan surat-surat rahasia negara yang akan dikirim atau diterima oleh antar lembaga-lembaga negara. Berikut ini adalah beberapa peralatan yang digunakan oleh Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).[2]

Peralatan Sandi

  1. Mesin Sandi, berbasis data,berbasis suara, meliputi radio dan telepon, dan berbasis teks/fax.
  2. KDC NDA, alat pembangkit kunci/random key generator.
  3. KDC SA, alat pendistribusi kunci.

Peralatan Kripto Analisis
  1. Alat Monitoring, alat untuk memantau komunikasi melalui radio, telepon, internet, satelit yang digunakan sebagai alat bantu analisis sinyal.
  2. Alat Traffic Analysis, alat untuk mengamati lalu lintas data pada jaringan internet.
  3. Code Breaker Super Computer, alat bantu untuk menyelesaikan perhitungan dalam skala besar yang tidak dapat diselesaikan oleh komputer biasa.

Alat Pendukung Utama
A. Counter-surveillance
  • Alat untuk mendeteksi bahan-bahan semikonduktor pada tempat-tempat tertentu.
  • Alat untuk mendeteksi gelombang radio yang terpancarkan.
  • Alat untuk menangkap/mencari frekuensi radio dengan frekuensi tertentu.
  • Alat untuk mendisplay/menampilkan hasil monitoring.
  • Alat untuk mendeteksi hasil tegangan pada saluran telepon, apabila terjadi penurunan tegangan, indikasi terjadi penyadapan.

B. Jammer
  • Alat untuk mengganggu (jamming) frekuensi GSM tertentu yang berguna untuk menonaktifkan alat komunikasi yang bekerja pada frekuensi tertentu.
  • Alat untuk mengganggu (jamming) frekuensi CDMA tertentu yang berguna untuk menonaktifkan alat komunikasi yang bekerja pada frekuensi tertentu.


(Tulisan ini merupakan sumbangan dari: Andreas Rolando Purba; diambil dari Skripsi dalam menyelesaikan studi akhir di Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta; pada tahun 2009. Dengan judul "Mekanisme Kerja Komunitas Intelijen Daerah di Provinsi Kalimantan Barat Berdasar Permendagri No. 11 Tahun 2006 tentang Komunitas Intelijen Daerah")

[1] dr. Roebiono Kertopati (lahir di Ciamis, 11 Maret 1914), adalah Bapak Persandian Negara Republik Indonesia. Sebelumnya ia adalah seorang dokter di Kementerian Pertahanan RI bagian B (intelijen). Pada tanggal 4 April 1946, dr. Roebiono Kertopati dengan pangkat Letkol., mendapat perintah dari Amir Syarifuddin, Menteri Pertahanan RI saat itu, untuk mendirikan sebuah badan yang mengelola persandian nasional. Walaupun tanpa ilmu pengetahuan yang memadai mengenai teknis kriptografi dan hanya dibantu oleh tenaga-tenaga yang juga awam sandi, sistem-sistem sandi buatan sendiri tersebut terbukti efektif dan dapat diandalkan untuk mengamankan komunikasi berita di medan peperangan.
[2] Muhamad Zaki Riyanto, “Senjata” Lemsaneg, Impor atau Mandiri?. (On-Line), tersedia di http://zaki.math.web.id/?p=838 (10 Februari 2009).

2 komentar:

amin mengatakan...

negara perlu rahasia

amin mengatakan...

hidup ini penuh dengan rahasia . apakah sejarah bagian dari rahasia

Poskan Komentar

Setelah membaca biasakanlah memberikan komentar pada artikel yang anda baca. Komentar Anda sangat berguna bagi pengembangan blog ini dimasa akan datang dan selaku admin Blog Forum Intelijen; kami sangat berterima kasih kalau anda tidak meninggalkan link dalam komentar Anda. Serta akan sangat bijak jika komentar Anda tidak bersifat SARA. Terima kasih tidak spam.

 
Blog Forum Intelijen by Indonesian Intelligence Community is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 United States License.